Hidayah dan Pakaian Muslimah ku

Teringat masa lalu dimana berat diri ini untuk menggunakan pakaian muslimah namun tetap menginginkan hidayah dariNya. Semoga rangkaian kata ini bisa membantu siapa saja yang ingin mengenakan pakaian muslimah tetapi masih belum sanggup.

Wahai saudariku mari kita selami makna ini “Hidayah itu bukan ditunggu tetapi dijemput”.

Berdo’alah selalu kepada Allah agar Allah berikan hidayah itu.

Sesuatu yang belum berani dirubah tetapi harus dirubah agar Allah suka, agar Allah cinta. Berdo’alah selalu agar Allah hadiahkan hidayah itu.

Dulu, aku tahu aku salah

Aku mau berubah, tapi aku belum bisa

Aku sangat sulit dan enggan melakukannya.

Lalu, kutemukan perkataan Rasulullah,. Rasulullah berkata dalah haditsnya :

“Dua golongan termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihat mereka; satu kaum (penguasa) yang membawa cambuk (besar) seperti ekor sapi, dengannya mereka memukuli manusia; dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoda dan menyimpang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Kau tahu? Saat ku baca “ahli neraka” “wanita yang berpakaian tetapi telanjang” “tidak akan masuk syurga” “dan tidak akan mendapati aromanya”.

Kata-kata itu terus menghantuiku setiap saat. Aku takut! Aku cemas!

Yang ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin Allah mencintaiku tetapi bagaimana bisa Dia mencintaiku sedangkan aku termasuk dalam hadits itu. Aku membayangkan jika Allah tidak mencintaiku? apa artinya aku. Dia yang berkuasa atas semuanya lalu jika aku bukan termasuk dalam golongan yang dicintaiNya? Aku takut! takut! takut! Kata-kata itu terus menerus menari-nari dalam otakku.

Aku pun terus berfikir, apa yang membuatku enggan berubah. Lalu ku ketahui bahwa disatu sisi aku takut nanti dipandang orang seperti ini dan itu, begini dan begitu. Di sisi lain diriku mengatakan bahwa aku harus memandang karena Allah bukan karena manusia. Aku akan berusaha mengejar apa yang Dia suka dan menjauhi apa yang Dia benci.

Saudariku, marilah kita hidup untuk yang Maha Hidup.

Semoga sedikit kisah ini bisa menginspirasi siapa saja yang menginginkan hidayah itu.

Taubat – Opick

Wahai Tuhan jauh sudah
Lelah kaki melangkah
Aku hilang tanpa arah
Rindu hati sinarmu

Wahai Tuhan aku lemah
Hina berlumur noda
Hapuskanlah terangilah
Jiwa di hitam jalanku

Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa

Ya Rabbi ijinkanlah
Aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan sempurna
Aku sebagai hambaMu

Ampunkanlah aku
Terimalah taubatku
Sesungguhnya engkau
Sang Maha Pengampun Dosa
Berikanlah aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali
Kembali kepadaMu

Dan mungkin tak layak
Sujud padaMu
Dan sungguh tak layak aku

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.